UM Indonesia
(021) 8808851 ext.130 [email protected]

Penerapan Maqashid Syariah dalam Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM)

Oleh: Dr. Husnul Khatimah., S.E., M.Si.

(Dekan FEB UM Indonesia)

Pendahuluan

Sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu aset paling strategis dalam organisasi. Teknologi dapat dibeli, modal dapat dihimpun, dan sistem dapat dirancang, tetapi manusia tetap menjadi aktor utama yang menentukan bagaimana seluruh sumber daya tersebut digunakan. Karena itu, pengelolaan SDM tidak cukup hanya diarahkan pada peningkatan produktivitas dan pencapaian target organisasi. Dalam perspektif Islam, manusia juga memiliki dimensi moral, spiritual, sosial, dan kemanusiaan yang harus diperhatikan.

Di sinilah maqashid syariah dapat menjadi kerangka penting dalam pengembangan Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM). Maqashid syariah pada dasarnya berbicara mengenai tujuan-tujuan utama syariat Islam dalam mewujudkan kemaslahatan manusia dan mencegah kerusakan. Pendekatan ini membawa MSDM dari sekadar pendekatan administratif menuju pengelolaan manusia yang lebih utuh: produktif sekaligus berkeadilan, profesional sekaligus berintegritas, serta berorientasi pada kinerja sekaligus kesejahteraan.

Dalam konteks dunia kerja yang semakin kompleks ditandai oleh digitalisasi, artificial intelligence (AI), perubahan pola kerja, gig economy, serta meningkatnya tuntutan keseimbangan kehidupan dan pekerjaan maqashid syariah dapat menjadi kompas moral agar pengelolaan SDM tidak kehilangan dimensi kemanusiaannya.

Memahami Maqashid Syariah

Secara sederhana, maqashid syariah dapat dipahami sebagai tujuan dan kemaslahatan yang hendak diwujudkan oleh syariat Islam. Dalam pemikiran klasik, khususnya sebagaimana dikembangkan oleh Imam al-Ghazali, terdapat lima tujuan pokok yang sering disebut al-dharuriyyat al-khams:

  1. Hifz al-Din (menjaga agama). Hifz al-Din dapat diwujudkan melalui lingkungan kerja yang memberikan ruang bagi nilai spiritual, integritas, dan kebebasan menjalankan ibadah.
  2. Hifz al-Nafs (menjaga jiwa). Hifz al-Nafs berkaitan dengan perlindungan kesehatan, keselamatan kerja, kesejahteraan psikologis, dan lingkungan kerja yang bebas dari kekerasan serta diskriminasi.
  3. Hifz al-‘Aql  (menjaga akal) Hifz al-‘Aql dapat diterapkan melalui pendidikan, pelatihan, pengembangan kompetensi, budaya belajar, serta kesempatan bagi karyawan untuk mengembangkan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis.
  4. Hifz al-Nasl (menjaga keturunan) Hifz al-Nasl dapat diterjemahkan menjadi kebijakan yang mendukung keluarga, keseimbangan kerja-kehidupan, perlindungan maternitas dan paternitas, serta keberlanjutan generasi.
  5. Hifz al-Mal (menjaga harta)Sementara itu, hifz al-mal berhubungan dengan kompensasi yang adil, perlindungan hak ekonomi pekerja, transparansi penggajian, dan pengelolaan sumber daya organisasi secara amanah.

Kelima tujuan tersebut dapat diterjemahkan ke dalam praktik MSDM modern. Dengan demikian, maqashid syariah tidak hanya berbicara mengenai aktivitas ibadah, tetapi dapat menjadi kerangka etis dalam mengelola manusia dan organisasi.

Penerapan Maqashid Syariah dalam MSDM

1. Perencanaan SDM: Manusia Bukan Sekadar Angka

Perencanaan SDM biasanya dimulai dengan menghitung kebutuhan tenaga kerja berdasarkan jumlah pekerjaan, kompetensi, produktivitas, dan target organisasi. Pendekatan maqashid menambahkan pertanyaan yang lebih mendasar: Apakah kebutuhan tenaga kerja tersebut memberikan kemaslahatan bagi manusia dan organisasi?

Organisasi tidak seharusnya hanya mengejar efisiensi dengan mengurangi jumlah pekerja. Efisiensi harus berjalan bersama dengan keadilan dan keberlanjutan. Misalnya, penggunaan AI untuk menggantikan pekerjaan administratif dapat meningkatkan efisiensi. Namun, organisasi perlu memikirkan bagaimana pekerja yang terdampak dapat melakukan reskilling atau upskilling. Dengan demikian, teknologi tidak sekadar menjadi instrumen pengurangan tenaga kerja, tetapi menjadi sarana peningkatan kualitas manusia. Inilah bentuk penerapan hifz al-‘aql sekaligus hifz al-nafs.

2. Rekrutmen dan Seleksi: Kompetensi Bertemu Integritas

Rekrutmen merupakan pintu awal masuknya manusia ke dalam organisasi. Perspektif maqashid menghendaki proses rekrutmen yang adil, transparan, objektif, dan bebas dari diskriminasi.

Kompetensi memang penting, tetapi kompetensi tanpa integritas dapat menjadi risiko bagi organisasi. Karena itu, organisasi dapat mengembangkan prinsip:

Competence + Character + Integrity = Quality Human Capital.

Dalam perspektif Islam, amanah merupakan kualitas fundamental. Orang yang memiliki kompetensi tinggi tetapi tidak amanah dapat menimbulkan kerugian yang jauh lebih besar dibandingkan manfaat produktivitasnya. Penerapan prinsip ini juga berarti organisasi tidak boleh melakukan diskriminasi berdasarkan latar belakang yang tidak relevan dengan pekerjaan. Seleksi harus berorientasi pada kompetensi, karakter, kesesuaian pekerjaan, dan kebutuhan organisasi.

3. Pelatihan dan Pengembangan: Investasi pada Akal

Salah satu penerapan paling nyata dari hifz al-‘aql adalah pengembangan kompetensi manusia. Karyawan bukanlah sumber daya yang selesai setelah direkrut. Mereka harus terus dikembangkan melalui: pelatihan teknis;  upskilling dan reskilling;

pendidikan lanjutan; mentoring; coaching; pengembangan kepemimpinan; literasi digital dan AI; serta penguatan etika profesional.

Dalam dunia yang berubah sangat cepat, organisasi yang tidak mengembangkan SDM akan kehilangan daya saing. Namun, perspektif maqashid memberikan tambahan dimensi: pengembangan kompetensi bukan hanya untuk membuat karyawan lebih produktif, tetapi juga membantu mereka menjadi manusia yang lebih berkualitas. Oleh karenanya, pelatihan idealnya tidak hanya berisi hard skills, tetapi juga soft skills, etika, kepemimpinan, komunikasi, tanggung jawab sosial, dan kecerdasan spiritual.

4. Kompensasi dan Kesejahteraan: Mewujudkan Keadilan

Salah satu isu paling sensitif dalam MSDM adalah kompensasi. Ketidakadilan dalam penggajian dapat menimbulkan demotivasi, konflik, turnover, bahkan hilangnya kepercayaan terhadap organisasi. Dalam perspektif maqashid syariah, kompensasi harus memperhatikan prinsip keadilan (‘adl) dan kelayakan (kifayah).

Pekerja harus memperoleh imbalan yang sesuai dengan kontribusi dan tanggung jawabnya. Organisasi juga perlu memastikan bahwa sistem remunerasi transparan dan tidak eksploitatif.

Konsep hifz al-mal menjadi sangat relevan di sini. Hak ekonomi pekerja harus dilindungi, sementara organisasi juga harus menjaga sumber daya keuangannya secara amanah. Kesejahteraan tidak hanya berarti gaji. Organisasi dapat menyediakan: jaminan kesehatan; keselamatan kerja; dukungan kesehatan mental; waktu kerja yang manusiawi; cuti yang memadai; fasilitas pengembangan diri; dukungan bagi keluarga pekerja. Dengan begitu, kesejahteraan karyawan menjadi bagian dari strategi organisasi, bukan sekadar biaya.

5. Work-Life Balance dan Hifz al-Nasl

Dunia kerja modern menghadirkan persoalan baru: batas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi semakin kabur. Teknologi memungkinkan seseorang bekerja kapan saja dan di mana saja. Namun, fleksibilitas tersebut dapat berubah menjadi always-on culture, ketika pekerja merasa harus selalu tersedia.

Dalam perspektif maqashid, kondisi tersebut perlu dikritisi karena manusia bukan mesin produktivitas. Hifz al-nasl dapat diterjemahkan dalam kebijakan MSDM yang mendukung keluarga, seperti fleksibilitas kerja, cuti keluarga, perlindungan bagi orang tua, dan kebijakan yang memungkinkan pekerja menjalankan tanggung jawab keluarga secara sehat. Organisasi yang memperhatikan keluarga karyawan justru berpotensi mendapatkan loyalitas dan komitmen yang lebih tinggi.

6. Budaya Organisasi: Dari Nilai ke Perilaku

Maqashid syariah tidak akan memberikan dampak apabila hanya tertulis dalam dokumen kebijakan. Nilai tersebut harus menjadi budaya organisasi. Budaya kerja yang selaras dengan maqashid dapat dibangun melalui nilai: amanah, adil, ihsan, profesional, kolaboratif, dan bertanggung jawab.

Amanah berarti menjalankan pekerjaan dengan penuh tanggung jawab. Adil berarti memperlakukan manusia secara proporsional dan tidak diskriminatif. Ihsan berarti memberikan kualitas terbaik dalam pekerjaan. Profesional berarti memiliki kompetensi dan standar kerja yang tinggi. Kolaboratif berarti melihat keberhasilan organisasi sebagai hasil kerja bersama. Karena itu, nilai Islam tidak berhenti pada simbol, tetapi menjadi organizational behavior.

7. Kepemimpinan Berbasis Maqashid

Penerapan maqashid dalam MSDM sangat bergantung pada kualitas pemimpin. Pemimpin yang berorientasi maqashid tidak hanya bertanya: “Berapa target yang sudah tercapai?” melainkan  juga tentang “Apakah cara kita mencapai target tersebut sudah benar?” Pemimpin harus mampu menyeimbangkan kinerja dan kemaslahatan.

Karyawan yang terus dipaksa bekerja tanpa memperhatikan kesehatan mungkin menghasilkan produktivitas jangka pendek, tetapi dapat menimbulkan burnout dan turnover dalam jangka panjang.

Karena itu, pemimpin perlu menjadi role model dalam integritas, keadilan, disiplin, empati, dan profesionalisme.

Maqashid Syariah dan Era AI

Perkembangan AI membuat penerapan maqashid syariah dalam MSDM semakin relevan. AI dapat membantu proses rekrutmen, analisis kinerja, pembelajaran, administrasi, hingga pengambilan keputusan. Namun, penggunaan AI juga membawa risiko seperti bias algoritma, hilangnya pekerjaan, pelanggaran privasi, dan dehumanisasi. Pendekatan maqashid dapat digunakan sebagai ethical framework for AI in HR. Pertanyaan yang perlu diajukan bukan hanya: “Apakah AI membuat pekerjaan lebih efisien?” Namun juga Apakah AI melindungi manusia?  Apakah keputusan algoritma adil? Apakah privasi pekerja terlindungi? Apakah AI meningkatkan kompetensi manusia? Apakah pekerja yang terdampak memperoleh kesempatan beradaptasi? Apakah teknologi tersebut memberikan kemaslahatan?

Maka dari itu, transformasi digital tidak kehilangan orientasi kemanusiaan.

Tantangan Implementasi

Penerapan maqashid syariah dalam MSDM tentu tidak tanpa tantangan. Beberapa di antaranya adalah kurangnya pemahaman manajemen tentang maqashid, kecenderungan organisasi yang terlalu berorientasi pada keuntungan jangka pendek, serta kesulitan menerjemahkan nilai-nilai syariah menjadi indikator kinerja yang terukur.

Solusinya adalah menjadikan maqashid sebagai bagian dari HR policy, KPI, budaya organisasi, dan sistem evaluasi.

Misalnya, organisasi dapat mengembangkan indikator berikut :

MaqashidFokus MSDMContoh Indikator
Hifz al-DinIntegritas & spiritualitasEtika, kepatuhan, integritas
Hifz al-NafsKesehatan & keselamatanKecelakaan kerja, wellbeing
Hifz al-‘AqlKompetensiJam pelatihan, sertifikasi
Hifz al-NaslKeluargaWork-life balance, family policy
Hifz al-MalKesejahteraanKeadilan remunerasi, perlindungan hak

Dengan pendekatan tersebut, maqashid syariah dapat diterjemahkan dari nilai normatif menjadi sistem manajemen yang operasional.

Penutup

Penerapan maqashid syariah dalam MSDM menawarkan paradigma baru dalam pengelolaan manusia. Manusia tidak dipandang semata-mata sebagai human capital yang harus menghasilkan keuntungan, tetapi sebagai amanah yang harus dikembangkan dan dimuliakan.

Maqashid syariah memberikan kerangka untuk mengintegrasikan produktivitas dengan kesejahteraan, kompetensi dengan integritas, teknologi dengan kemanusiaan, serta kepentingan organisasi dengan kemaslahatan masyarakat.

Di tengah perubahan dunia kerja akibat digitalisasi dan AI, pendekatan ini menjadi semakin penting. Organisasi masa depan bukan hanya organisasi yang paling cepat mengadopsi teknologi, tetapi organisasi yang mampu menggunakan teknologi tanpa kehilangan nilai kemanusiaan.

Pada akhirnya, keberhasilan MSDM tidak hanya dapat diukur dari seberapa tinggi produktivitas karyawan, tetapi juga dari seberapa jauh organisasi mampu menjaga agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta manusia.

Dari SDM yang terjaga maqashid-nya, lahirlah organisasi yang tidak hanya produktif, tetapi juga adil, berkelanjutan, dan membawa kemaslahatan.

Wakil Rektor II UNISMA Bekasi: Bimbingan Efektif Kunci Skripsi Selesai Tepat Waktu

Bekasi — Pandangan bahwa skripsi adalah momok terakhir mahasiswa kembali dipertanyakan. Dalam kegiatan Penyegaran dan Rekonstruksi Panduan Penulisan Skripsi di Fakultas Ekonomi UM Indonesia (UNISMA Bekasi), Kamis (5/2/2026), Prof. Latipun, Ph.D., Wakil Rektor II UM Indonesia (UNISMA Bekasi) menyebut bahwa skripsi seharusnya bisa diselesaikan hanya dalam satu semester.

Kegiatan tersebut diikuti oleh lebih dari 20 dosen pembimbing skripsi dari berbagai program studi di lingkungan Fakultas Ekonomi, yang terlibat langsung dalam diskusi dan evaluasi sistem bimbingan.

Menurut Wakil Rektor II UM Indonesia (UNISMA Bekasi) itu, skripsi berbobot 6 SKS secara logika akademik setara dengan mata kuliah lain yang juga diselesaikan dalam satu semester.

“Kalau 24 SKS bisa selesai dalam satu semester, maka skripsi 6 SKS juga seharusnya bisa,” tegasnya.

Prof. Latipun menilai, keterlambatan mahasiswa dalam menyelesaikan skripsi tidak bisa terus-menerus dibebankan kepada mahasiswa. Justru, persoalan utama sering terletak pada sistem bimbingan yang belum terkelola dengan baik.

“Mahasiswa itu bukan malas. Masalahnya ada pada pengelolaan bimbingan. Dosen harus aktif mendampingi sampai selesai, bukan membimbing tanpa target waktu yang jelas,” ujarnya.

Ia menyoroti praktik bimbingan yang terlalu panjang akibat diskusi yang tidak terarah. Menurutnya, proses tersebut justru membuat mahasiswa kehilangan fokus dan motivasi.

Sebagai solusi, Prof. Latipun mendorong penerapan bimbingan skripsi secara kolaboratif. Melalui bimbingan bersama, mahasiswa dapat berdiskusi langsung dengan lebih dari satu dosen, membahas hambatan penelitian secara terbuka, serta mendapatkan arahan yang lebih terstruktur.

Selain itu, dosen juga didorong untuk lebih aktif membantu mahasiswa sejak awal, mulai dari penentuan judul hingga penyusunan landasan teori.

“Kalau dari awal sudah jelas, mahasiswa bisa langsung fokus mengembangkan penelitiannya,” katanya.

Gagasan tersebut membuka peluang perubahan pola penyusunan skripsi di lingkungan kampus. Dosen Program Studi Manajemen, Isti Puji Hastuti, menilai bahwa skripsi tidak harus selalu dikerjakan di akhir masa studi.

“Bisa saja dimulai lebih awal, selama regulasi mendukung. Ini demi membantu mahasiswa lulus tepat waktu,” ujarnya.Melalui kegiatan ini, Fakultas Ekonomi UM Indonesia (UNISMA Bekasi) menargetkan lahirnya pola bimbingan skripsi yang lebih praktis, terarah, dan berorientasi pada hasil. Dengan sistem yang lebih efektif, mahasiswa diharapkan tidak lagi terjebak dalam proses skripsi yang berlarut-larut, tanpa harus mengorbankan kualitas akademik.

Humas UM Indonesia (UNISMA Bekasi)

Yasmin Fatimah Farid, Mahasiswi Agribisnis UNISMA Bekasi Raih Juara Harapan 1 di ICMI Speech Contest 2025

#Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni (DIKA)

Bekasi — Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Indonesia (UM.ID) (UNISMA) Bekasi. Yasmin Fatimah Farid, 41185009220009, mahasiswi Fakultas Ekonomi Bisnis Program Studi Agribisnis S1, berhasil meraih Juara Harapan 1 pada ajang bergengsi ICMI Speech Contest 2025 yang diselenggarakan oleh Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orda Kota Bekasi. Kompetisi ini mengusung tema besar “Bekasi Smart City: The Power of Youth Voice, Confidence and Resilience”, dan diikuti oleh pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum se-Kota Bekasi. Melalui lomba ini, peserta diajak untuk berani menyampaikan gagasan dan solusi bagi pembangunan kota cerdas melalui kemampuan berpidato dalam bahasa Inggris.

Yasmin mengawali perjalanannya di ICMI Speech Contest 2025 dengan mengunggah video pidato berdurasi lima menit ke akun Instagram resmi panitia @icmiordakotabekasi, sesuai dengan ketentuan lomba. Berbekal kepercayaan diri dan kemampuan berbahasa Inggris yang matang, ia berhasil menembus Top 15 Finalist dan melaju ke babak grand final.


Di babak final yang digelar di Universitas BSI Bekasi, Yasmin tampil dengan penuh keyakinan membawakan pidato berdurasi tujuh menit di hadapan dewan juri dan audiens. Dalam pidatonya, Yasmin menyoroti peran generasi muda dalam membangun Bekasi Smart City melalui ide-ide kreatif dan inovatif.

Prestasi Yasmin menjadi bukti bahwa kemampuan komunikasi dan kepercayaan diri adalah modal penting di era modern, termasuk bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan di bidang pertanian dan bisnis (kuliah agribisnis di bekasi). Kegiatan seperti ICMI Speech Contest menjadi ruang yang ideal untuk menumbuhkan keberanian mahasiswa dalam menyampaikan ide dan gagasan konstruktif, sekaligus menunjukkan bahwa generasi muda Bekasi siap berkontribusi membangun masyarakat cerdas dan berdaya saing.

Bagi kamu yang ingin kuliah Agribisnis di Bekasi dengan lingkungan yang mendukung prestasi, kreativitas, dan pengembangan diri, Program Studi Agribisnis Fakultas Ekonomi Bisnis UNISMA Bekasi adalah pilihan tepat. Program ini tidak hanya mempelajari manajemen usaha tani dan kewirausahaan berbasis teknologi, tetapi juga menanamkan nilai-nilai komunikasi efektif, kepemimpinan, dan kolaborasi lintas bidang — menjadikan mahasiswa siap menghadapi tantangan dunia kerja modern. (humasunismabekasi)

Sebuah Refleksi dari Perjalanan Akademik: Dr. Kurniawati Mulyanti,  Dosen Manajemen Fakultas Ekonomi UNISMA Bekasi Raih Gelar Doktor

Bekasi- Dunia akademik mendapatkan inspirasi berharga. Sebuah pencapaian monumental berhasil diraih oleh Dr. Kurniawati Mulyanti, M.M.,  seorang dosen berdedikasi di program studi Manajemen Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Islam 45 (UNISMA) Bekasi. Dengan penuh kebanggaan, beliau mengakhiri perjalanan studinya dalam Sidang Promosi Doktor di Universitas Pancasila, 11 Agustus 2025, menandai sebuah dedikasi yang tak terhingga pada ilmu pengetahuan.

Momen ini menjadi pengingat penting bagi kita semua, bahwa pendidikan adalah sebuah proses yang berkelanjutan. Jauh dari sekadar mendapatkan gelar, perjalanan menuju pencapaian ini adalah tentang mendalami, meneliti, dan berkontribusi pada khazanah ilmu. Disertasi yang dipertahankan oleh Dr. Kurniawati Mulyanti, M.M., yang mengkaji “Keputusan Menjadi Nasabah Bank Syariah Indonesia…”, adalah bukti nyata bahwa riset akademik memiliki peran krusial dalam memahami dinamika sosial dan ekonomi yang terus berubah.

Keberhasilan Dr. Kurniawati Mulyanti, M.M., bukan hanya kebanggaan pribadi atau institusi. Ini adalah cerminan dari semangat yang perlu terus dipupuk: semangat untuk tidak pernah berhenti belajar. Di tengah tuntutan zaman yang semakin kompleks, pendidikan tinggi menjadi salah satu pilar utama untuk menghadapi tantangan.

Perjalanan beliau dapat menjadi teladan, terutama bagi para mahasiswa dan akademisi muda, bahwa gelar tertinggi dalam jurusan manajemen S1 dan S2 bukanlah akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk berbagi ilmu dan mencerahkan masyarakat.

Selamat dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Dr. Kurniawati Mulyanti, M.M. Semoga gelar doktor yang diraih menjadi amanah untuk terus berkarya dan menginspirasi. Keberhasilan ini tidak hanya menjadi catatan sejarah, tetapi juga harapan baru bagi kemajuan ilmu pengetahuan, khususnya di kampus Manajemen S1-S2 Bekasi. (humasunismabekasi)

Yudisium Fakultas Ekonomi UNISMA Bekasi: Cetak Sarjana Unggul Siap Hadapi Era Ekonomi Digital

Bekasi- Fakultas Ekonomi Universitas Islam 45 (UNISMA) Bekasi telah sukses menyelenggarakan Yudisium Sarjana bagi lulusan dari Program Studi Akuntansi S1 dan Manajemen S1 pada Kamis, 31 Juli 2025 bertempat di lantai 2 Gedung L. Acara penting ini merupakan penanda resmi kelulusan para mahasiswa yang telah menyelesaikan studinya, sekaligus menjadi momentum untuk menyandang gelar sarjana. Dengan mengusung tema “Sarjana Ekonomi sebagai Motor Transformasi menuju Indonesia Emas”, Yudisium ini menegaskan komitmen UNISMA Bekasi dalam mencetak lulusan unggul yang siap berkontribusi di dunia kerja. Bagi calon mahasiswa yang mencari kuliah akuntansi di Bekasi, kuliah manajemen di Bekasi, atau kuliah ekonomi di Bekasi, Universitas Islam 45 Bekasi terus menjadi pilihan utama dan terbaik. (humasunismabekasi)

Disematkan: Prof. Dr. Nana Danapriatna Ir., M.P., Raih Gelar Guru Besar: Agribisnis S1 UNISMA Bekasi, Kawah Candradimuka Inovasi Pertanian

Kami dengan bangga mengucapkan selamat dan sukses kepada Prof. Dr. Nana Danapriatna, Ir., M.P., atas pencapaian puncaknya meraih Gelar Guru Besar dalam Bidang Ilmu Pertanian! Prestasi akademik luar biasa ini adalah cerminan kualitas dan dedikasi pengajar di Universitas Muhammadiyah Indonesia (UM.ID) (UNISMA) Bekasi, khususnya pada program studi Agribisnis S1 (@agribisnis.unismabekasi).

Keberhasilan Prof. Dr. Nana Danapriatna  Ir., M.P., menegaskan posisi UNISMA Bekasi sebagai pusat pengembangan ilmu pertanian terkemuka. Di jurusan Agribisnis S1, mahasiswa tidak hanya diajarkan teori, tetapi juga praktik inovatif yang relevan dengan tantangan pertanian modern, mempersiapkan mereka menjadi agen perubahan di sektor pangan dan agribisnis.

Ingin berkarier di sektor pertanian yang dinamis dan berteknologi tinggi? Program studi Agribisnis S1 di UNISMA Bekasi menawarkan kurikulum komprehensif yang didukung oleh tenaga pengajar berkualitas, seperti Prof. Dr. Nana Danapriatna. Ir., M.P., Kalian akan dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk mengelola bisnis pertanian secara profesional, menciptakan nilai tambah, dan berkontribusi pada ketahanan pangan nasional. Jadilah bagian dari inovasi pertanian bersama Kampus Bekasi yang berdedikasi ini!

Wujudkan impianmu di bidang pertanian! Segera daftar di program studi Agribisnis S1 UNISMA Bekasi. Kunjungi situs resmi unisma atau hubungi kami untuk informasi lebih lanjut mengenai pendaftaran di Universitas di Bekasi terkemuka ini. Masa depan pertanian Indonesia ada di tangan Anda, mulailah di UNISMA Bekasi! (humasunismabekasi)

Seminar Makanan Halal Prodi Agribisnis S1 UNISMA Bekasi : Edukasi untuk Ibu Cerdas dan Peran Kampus dalam Pendidikan di Bekasi

Bekasi- Universitas Muhammadiyah Indonesia (UM.ID) (UNISMA) Bekasi, sebagai salah satu kampus Bekasi terkemuka, kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian masyarakat. Pada Rabu, 23 Juli 2025, UNISMA Bekasi sukses menyelenggarakan seminar bertema “Menjadi Ibu Cerdas dalam Memilih Makanan Halal dan Baik untuk Keluarga” di Gedung I lantai 3. Acara ini merupakan inisiatif dari program studi S1 Agribisnis, Fakultas Ekonomi Bisnis (FAPERTA) UNISMA Bekasi, yang juga dikenal sebagai salah satu pilihan terbaik untuk kuliah Agribisnis di Bekasi.

Acara ini dihadiri oleh ratusan peserta, mayoritas terdiri dari para ibu rumah tangga, mahasiswa yang sedang menempuh kuliah di Bekasi, serta masyarakat umum yang memiliki perhatian tinggi terhadap konsumsi makanan halal dan berkualitas. Seminar ini memperkuat peran pendidikan tinggi di Bekasi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Seminar ini menghadirkan tiga narasumber ahli di bidang kesehatan, hukum, dan pangan, yang semuanya memiliki kapabilitas mumpuni dalam menyampaikan informasi penting:  M. Ikhwan Rahmanto, S.TP., M.Si, Kepala Lab Manajemen Agribisnis UNISMA Bekasi; Musyaffa Amin Ash Shabah, S.H.I., M.H, Kepala Prodi Hukum Keluarga (Ahwal Syakhshiyah) UNISMA Bekasi; dan dr. Hemalia, M.K.K.K., Kepala UPTD Puskesmas Karang Kitri.

Para narasumber membahas secara mendalam pentingnya peran seorang ibu dalam menjaga asupan makanan halal dan thayyib (baik dan bergizi). Mereka juga membagikan tips cerdas dalam membaca label kemasan, memahami komposisi bahan makanan, serta memeriksa sertifikasi halal yang kredibel. Seminar ini sangat relevan bagi masyarakat Bekasi yang ingin meningkatkan pemahaman tentang gaya hidup sehat dan Islami.

Dalam sesinya, Musyaffa Amin Ash Shabah, S.H.I., M.H., Shabah menekankan pentingnya menjauhi hal-hal yang syubhat demi menjaga agama dan kehormatan.

“Barang siapa menjaga diri dari perkara yang subhat, maka ia telah menyelamatkan agama dan kehormatannya. Namun barang siapa terjatuh dalam syubhat, maka ia seperti pengembala yang mengembala di sekitar larangan, dikhawatirkan ia akan masuk ke dalamnya” ujarnya mengutip Hadist Riwayat Bukhari dan Muslim.

Selanjutnya, M. Ikhwan Rahmanto, S.TP., M.Si., mengingatkan peserta untuk selalu teliti dalam memilih makanan, terutama terkait kandungan di dalamnya.

“Dalam islam, keharaman hewan babi bersifat menyeluruh, tidak hanya pada dagingnya, tetapi juga bagian tubuh lainnya yang bisa menjadi bahan campuran makanan atau produk lainnya. Penting bagi muslim untuk selalu memeriksa kandungan suatu produk sebelum dikonsumsi” jelasnya, menyoroti aspek penting dalam mata kuliah yang diajarkan di universitas Agribisnis di Bekasi ini.

Terakhir, dr. Hemalia, M.K.K.K., memaparkan urgensi mengonsumsi makanan thayyiban. Menurutnya, “Makanan tayyiban adalah makanan yang bersih, halal dan bermanfaat bagi tubuh, karena bisa menjaga kesehatan fisik dan mental, membantu perkembangan otak, mencegah penyakit degeneratif, keseimbangan hidup, dan pembentukan akhlak mulia.” 

Acara berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang antusias dari para peserta. Kegiatan ini mendapat apresiasi tinggi dan diharapkan seminar serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin oleh UNISMA Bekasi, khususnya oleh program studi Agribisnis FAPERTA. Para peserta merasa sangat terbantu dan memperoleh pemahaman baru tentang cara mengecek kehalalan serta kandungan gizi makanan, yang sangat bermanfaat untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari keluarga di Bekasi. Ini menunjukkan komitmen Universitas Muhammadiyah Indonesia (UM.ID) sebagai universitas Agribisnis di Bekasi yang berkualitas dalam memberikan pendidikan tinggi yang relevan dan bermanfaat bagi masyarakat. (humasunismabekasi)

Universitas Islam 45 (UNISMA) Bekasi Bangga: Dr. Diana Fajarwati, S.E., M.M., Raih Gelar Doktor Ilmu Ekonomi dari Universitas Pancasila!

Bekasi – Keluarga Besar Sivitas Akademika Universitas Islam 45 (UNISMA) Bekasi dengan bangga mengucapkan selamat dan sukses atas pencapaian luar biasa salah satu dosen terbaiknya, Dr. Diana Fajarwati, S.E., M.M., yang telah berhasil meraih gelar Doktor (S3) dalam Bidang Ilmu Ekonomi dari Universitas Pancasila (01 Juli 2025).Pencapaian gemilang ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi bagi Dr. Diana Fajarwati, tetapi juga menjadi prestasi membanggakan bagi seluruh civitas akademika UNISMA Bekasi, khususnya Program Studi Akuntansi S1 Fakultas Ekonomi (FE). Gelar doktor ini merupakan bukti nyata dari dedikasi, kerja keras, dan komitmen beliau dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang ekonomi.

Dr. Diana Fajarwati, S.E., M.M., sendiri merupakan Dosen Program Studi Akuntansi S1 di Fakultas Ekonomi serta Wakil Rektor II UNISMA Bekasi. Dengan diraihnya gelar doktor ini, diharapkan beliau dapat terus berkontribusi secara signifikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian di lingkungan UNISMA Bekasi, serta membawa nama baik kampus di kancah nasional maupun internasional.

Rektor UNISMA Bekasi, beserta jajaran pimpinan universitas, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dr. Diana Fajarwati. “Kami sangat bangga dengan pencapaian Dr Diana Fajarwati, S.E., M.M.,  Dosen Akuntasnsi Fakultas Ekonomi Universitas Islam 45 UNISMA Bekasi. Ini adalah inspirasi bagi seluruh dosen dan mahasiswa untuk terus berprestasi dan mengukir sejarah di bidangnya masing-masing. Semoga ilmu yang telah didapat dapat bermanfaat bagi kemajuan bangsa dan negara,” ujar Dr. Amin, S.Pd., M.Si.

Prestasi Dr. Diana Fajarwati, S.E., M.M., ini juga sejalan dengan komitmen UNISMA Bekasi untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mendukung pengembangan Tri Dharma Perguruan Tinggi: Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat. Keberhasilan ini juga menjadi motivasi bagi UNISMA Bekasi untuk terus menghasilkan lulusan yang berkualitas dan berdaya saing global.

Mari kita terus berkolaborasi dan berkarya untuk UNISMA Bekasi yang lebih maju dan berprestasi! (humasunismabekasi)

Ikuti Instagram FE UNISMA Bekasi

Dosen UNISMA Bekasi Dr. Ari Dewi Cahyati, S.E., M.S.A., C.A., CESA., Raih Gelar Doktor Bidang Ilmu Akuntansi, Dorong Kualitas Pendidikan Tinggi di Bekasi

Bekasi-Universitas Islam 45 (UNISMA) Bekasi kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas akademik dosen melalui capaian luar biasa dari salah satu tenaga pendidiknya. Dr. Ari Dewi Cahyati, S.E., M.S.A., C.A., CESA., dosen Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi UNISMA Bekasi, resmi menyandang gelar doktor (S3) dalam bidang Ilmu Akuntansi dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.

Prestasi ini mendapat apresiasi tinggi dari seluruh sivitas akademika UNISMA Bekasi. Pencapaian akademik ini menjadi bagian dari upaya kampus untuk terus memperkuat kualitas pendidikan tinggi di Bekasi, serta menjawab tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang.

Dalam pernyataan resminya, UNISMA Bekasi menyampaikan, “Segenap keluarga besar sivitas akademika Universitas Islam 45 (UNISMA) Bekasi mengucapkan selamat dan sukses atas pencapaian gelar doktor kepada Dr. Ari Dewi Cahyati. Semoga ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan akademik dan institusi.”

Sebagai salah satu universitas di Bekasi yang membuka jalur reguler dan kelas karyawan Bekasi, UNISMA Bekasi konsisten menghadirkan tenaga pengajar yang profesional dan kompeten. Hal ini juga menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang ingin kuliah di Bekasi dengan kualitas pendidikan terbaik namun tetap fleksibel, khususnya bagi para pekerja.

UNISMA Bekasi terus mengembangkan diri sebagai kampus unggulan di Bekasi dengan berbagai program studi yang relevan dengan kebutuhan industri dan pembangunan daerah. Pendaftaran mahasiswa baru dibuka sepanjang tahun, baik untuk lulusan SMA/SMK maupun pekerja aktif yang ingin melanjutkan studi melalui program kuliah karyawan Bekasi.

Informasi lebih lanjut mengenai program studi dan pendaftaran mahasiswa baru dapat diakses melalui situs resmi pendaftaran.unismabekasi.ac.id dan akun media sosial resmi UNISMA Bekasi @unismabekasi. (humasunismabekasi)

KESEMPATAN MAGANG INDUSTRI DI PT NIHON SEIKI INDONESIA UNTUK MAHASISWA/I UNISMA BEKASI

📢 KESEMPATAN MAGANG INDUSTRI DI PT NIHON SEIKI INDONESIA UNTUK MAHASISWA/I UNISMA BEKASI! 📢

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Mahasiswa/i @unismabekasi yang budiman!

Dapatkan pengalaman berharga dan kembangkan kompetensimu melalui program Magang Industri di PT Nihon Seiki Indonesia. Program ini akan berlangsung mulai Juli hingga Desember 2025.

Benefit yang akan kamu dapatkan:

  • Sertifikat Magang
  • Uang Saku (Rp 3.200.000,-/bulan)
  • Uang Saku Overtime
  • Seragam
  • BPJS Ketenagakerjaan
  • Transport Antar Jemput
  • Fasilitas Catering

Kualifikasi Umum:

  • Mahasiswa S1 Manajemen / Akuntansi
  • Mampu bekerja dalam tim maupun mandiri
  • Sehat jasmani dan rohani
  • Tertarik dengan analisis data
  • Menguasai Ms. Office

Jadwal Penting:

  • Seleksi: 20 Juni 2025 di Fakultas Ekonomi UNISMA Bekasi
  • Batas Akhir Pendaftaran: 18 Juni 2025

Segera daftarkan dirimu melalui tautan berikut: 🔗 bit.ly/recruitment_magangindustri 

Jangan lewatkan kesempatan emas ini untuk membangun karirmu! Semoga sukses!
(humasunismabekasi)